Minggu, April 25, 2010

Subnetting

Subnetting

Membuat sub-netting pada jaringan class C menjadi 4 subnet, dengan ketentuan :

Subnet id 1 = 50 host

Subnet id 2 = 30 host

Subnet id 3 = 12 host

Subnet id 4 = 10 host

Jawab:

IP address : 192.168.0.6

Subnet Mask : 255.255.255.224

: 11111111.11111111.11111111.11100000

111 bit untuk menentukan jumlah subnet id

00000 bit untuk menentukan jumlah host

Jumlah subnet id : 23 = 8

Subnet id 1 : 192.168.0.00000000 (0)

Subnet id 2 : 192.168.0.00100000 (32)

Subnet id 3 : 192.168.0.01000000 (64)

Subnet id 4 : 192.168.0.01100000 (96)

Subnet id 5 : 192.168.0.10000000 (128)

Subnet id 6 : 192.168.0.10100000 (160)

Subnet id 7 : 192.168.0.11000000 (192)

Subnet id 8 : 192.168.0.11100000 (224)

Jumlah host : 25-2 = 30

1. Host pertama ——————> Host terakhir

192.168.0.1 30 host 192.168.0.30

Subnet : 192.168.0.0

Broadcast : 192.168.0.31

2. Host pertama ——————-> Host terakhir

192.168.0.33 30 host 192.168.0.62

Subnet : 192.168.0.32

Broadcast : 192.168.0.63

3. Host pertama ——————-> Host terakhir

192.168.0.65 30 host 192.168.0.94

Subnet : 192.168.0.64

Broadcast : 192.168.0.95

4. Host pertama ——————-> Host terakhir

192.168.0.97 30 host 192.168.0.126

Subnet : 192.168.0.96

Broadcast : 192.168.0.127

5. Host pertama ——————->Host terakhir

192.168.0.129 30 host 192.168.0.158

Subnet : 192.168.0.128

Broadcast : 192.168.0.159

6. Host pertama ——————-> Host terakhir

192.168.0.161 30 host 192.168.0.190

Subnet : 192.168.0.160

Broadcast : 192.168.0.191

7. Host pertama ——————-> Host terakhir

192.168.0.193 30 host 192.168.0.222

Subnet : 192.168.0.192

Broadcast : 192.168.0.221

8. Host pertama ——————->Host terakhir

192.168.0.225 30 host 192.168.0254

Subnet : 192.168.0.224

Broadcast : 192.168.0.255

Karena banyaknya host yang dihasilkan dalam suatu subneting adalah seragam di setiap Subnet Id, seperti subnet id 1 sampai dengan subnet id 8 memiliki masing-masing 30 host. Dengan demikian soal bru bisa terjawab sebagian.


Dari hasil perhitungan menggunakan subnet biasa didapatkan hasil yang seragam. Untuk itu jika kita ingin menghasilkan subneting dengan jumlah host yang berbeda dapat digunakan perhitungan dengan VLSM (CIDR) Subnet Calculator.

Dan didapatkan hasil sebagai berikut :

Lembar Analisa 4 Praktikum Jarkom



Membangun PC-router dan Mengubungkan Jaringan Berbeda Class dengan PC-Route di OS linux

=====================================================================


Nama: Tomi Wijaya Lauw

NIM: 08 615 002

Alat dan Bahan:

  • Kartu Jaringan/ LAN Card
  • Dua Kabel Cross
  • 3 unit Desktop/PC dengan OS Linux(ubuntu) ;(1PC sebagai PC Router, dan 2 PC sebagai PC Client)

Langkah-langkah:

  1. Pasang kartu jaringan pada PC yang akan di jadikan router; jika sudah terdapat lebih dari 1 port RJ45/LAN tidak perlu dilakukan
  2. Hubungkan kabel cross dari PC-A client ke PC router dan PC-B ke PC router.
  3. Lakukan penyettingan IP pada masing-masing PC client: (penyettingan IP mengikuti no PC yg digunakan diLAB)
  • Pada PC-A : ifconfig eth0 192.168.0.7 netmask 255.255.255.0
ifconfig PC-A

ifconfig PC-A

  • Pada PC-B : ifconfig eth0 10.0.0.9 netmask 255.0.0.0
4. Cek port yg terkoneksi pada pc router dengan perintah:
lspci

lspci

5. Pada PC router, lakukan penyettingan IP pada masing-masing Ethernet yang terpasang pada kartu jaringan; (dilakukan dengan menyesuaikan Class jaringan pada Ethernet yang bersusaian dengan PC-A dan PC-B

Ifconfig eth0 192.168.0.1

Ifconfig eth1 10.0.0.1

Lakukan Pengetesan connection..........

Ping 10.0.0.9

Ping 192.168.0.7

 ifconfig client pada router

ifconfig client pada router

6. Pada PC client, ketikkan:

  • (pada PC-A): Ping 192.168.0.1
ping 192.168.0.1

ping 192.168.0.1

  • (pada PC-B): Ping 10.0.0.1

Lalu, pada (PC-A) ketikkan :

Sudo route add default gw 192.168.0.1

Mengcheck Route,

route -n

mengatur gateway

mengatur gateway

(PC-B)

Sudo route add default gw 10.0.0.1

Mengcheck Route,

route -n

7. Pada router ketikkan:

Sudo sysctl –w net.ipv4.ip_forward=1 net.ipv4.ip_forward=1

sudosysctl

sudosysctl

8. Pada PC-A ketikkan:

Ping 10.0.0.9

ping ke PC-B

ping ke PC-B

(PC B): ping 192.168.0.7


Berhasil Menghubungkan 2 buah Jaringan berbeda Class dengan Menggunakan PC-route

Senin, April 19, 2010

Lembar Analisa 3 Praktikum jarkom

Pembuatan Kabel Jaringan

(straight & cross)


Media dan Peralatan Yang di gunakan:

  • Kabel UTP Catagory 5E
kabel-utp

kabel utp

  • Konektor RJ45
konektor rj-45

konektor rj-45

  • Tang Crimping
crimping tool

crimping tool

  • LAN Tester
LAN Tester

LAN Tester

Perlu anda ketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil didalamnya yang memiliki warna yang berbeda. 4 pasang kabel itu adalah:


Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Oranye,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat


Pemasangan kabel UTP sendiri terbagi dua jenis. Straight Through dan Cross Over.

  • Kabel Straight

Berikut diagram kabel straight:

kabel straight

kabel straight

Urutan Ujung A/1

1.Putih Orange
2.Orange
3.Putih Hijau
4.Biru
5.Putih Biru
6.Hijau
7.Putih Coklat
8.Coklat

Urutan Ujung B/2

1.Putih Orange
2.Orange
3.Putih Hijau
4.Biru
5.Putih Biru
6.Hijau
7.Putih Coklat
8.Coklat

Berikut ini langkah-langkah pemasangan kabel UTP pada konektor RJ45:
1. Lepaskan jaket luar kabel UTP dengan hati-hati tanpa merusak 4 pasang kabel didalamnya dengan menggunakan climpping tool.
2. Potonglah dengan rapi 4 pasang kabel kecil itu sehingga hanya memiliki panjang setengah inci saja. Hal ini dimaksudkan agar kabel nantinya terpasang dengan erat pada konektor.
3. Bukalah klip pada konektor RJ45 lalu masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam pin-pin didalamnya dengan susunan warna yang telah ditentukan.
4. Setelah itu eratkan konektor RJ45 dan kabel dengan menggunakan climpping tool kembali.

Kegunaan:

Penggunaan kabel straight yang paling umum adalah sambungan antara PC dan hub/switch. Dalam hal ini PC terhubung langsung ke hub/switch yang otomatis membuat cross-over secara internal dengan menggunakan sirkuit khusus. Dalam kasus penggunaan kabel CAT1, yang biasa digunakan pada saluran telepon, hanya 2 kawat yang digunakan. Koneksi tipe ini tidak memerlukan cross-over khusus karena telepon terhubung langsung ke soket telepon.

Gambar di atas menunjukkan kepada kita standar CAT5 straight yang biasa digunakan untuk menghubungkan PC ke HUB. Anda mungkin sedikit bingung karena Anda mungkin beranggapan data TX + dari satu sisi untuk tersambung ke TX + di sisi lainnya, namun bukan begitu cara kerjanya.
Bila Anda menghubungkan PC ke HUB, HUB yang akan secara otomatis menyilang kabel Anda dengan sirkuit internal, alhasil Pin 1 dari PC (TX +) dihubungkan ke Pin 1 HUB (yang terhubung ke RX +). Hal ini juga berlaku pada pin yang lain.
Jika tidak HUB tidak menyilang posisi pin melalui sirkuit internal (hal ini terjadi jika Anda menggunakan Uplink port pada hub) maka Pin 1 dari PC (TX +) akan terhubung ke Pin 1 HUB (dalam hal ini TX +). Jadi Anda cermati bahwa tidak peduli apapun yang kita lakukan pada port HUB (uplink atau normal), sinyal ditetapkan pada 8 pin pada PC, akan selalu tetap sama, maka setting pin di HUB yang akan berubah sesuai dengan posisi normal atau uplink.



  • Kabel Cross

Diagram Kabel Cross

kabel cross

kabel cross

Langkah-langkah pembuatan kabel cross:

  1. Langkah-langkah pembuatannya hamper sama dengan pembuatan kabel straight, yang berbeda hanyalah pada susunan warna kabel sesuai urutan sebagai berikut:

Urutan Ujung A
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat

Urutan Ujung B
1. Putih Hijau
2. Hijau
3. Putih Orange
4. Putih Coklat
5. Coklat
6. Orange
7. Biru
8. Putih Biru



Cara koneksi dengan kabel Cross Dari PC to PC:

  • Masuk ke network connection di control panel :
    Start menu run control panel
  • Setelah itu masuk ke bagian Network Connections
    Kemudian pilih Local Area Network Connection
  • Klik kanan Local Area Network Connection, pilih properties
  • Di kotak dialog Local Area Network Connection Properties, di bagian tab General pilih Internet Protocol ( TCP/IP ) Kemudian Klik Properties
  • Setelah itu masukkan IP Addressnya 192.168.1.2, kemudian Netmasknya 255.255.255.0
    Setelah itu klik button OK, kemudian Close

Untuk PC yang kedua tahapnya sama saja dengan yang diatas namun Alamat IP Addressnya berbeda dengan PC yang sebelumnya, anda dapat mengisinya dengan 192.168.1.1 atau dengan IP 192.168.1.x yang lain, terserah anda. Dengan catatan netmasknya harus sama dengan pc yang sebelumnya yakni 255.255.255.0
Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi network setup wizard untuk kedua PC tersebut, agar keduanya dapat saling terhubung sebagai satu workgroup.
Setelah selesai, lakukan ping dari salah satu PC tersebut ke PC lainnya

Minggu, April 18, 2010

SUBNETTING & VLSM

SUBNETTING & VLSM


IP Address

IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.

Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

1. IP Public

Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28

2. Privat

IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.

10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255

Kesimpulan
1.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 – 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
3. Ipv6
terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73

Subneting

Seorang Network Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork. Langkah-langkah subneting adalah sbb :

contoh 2:
Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut mempunyai 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua departemen dapat akses ke internet. Tentukan network tiap departemen ?

Solusi ;
1. Tentukan berada dikelas mana ip tersebut ? B
2. Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?
dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan
25 > 30
3. Ubah menjadi biner

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000

4. Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga

network-portion host-portion
10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000
11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000

perhatikan oktet ketiga
_ _ _ _ _ 000
1 1 1 1 1 000

Cara 1

Dengan mengkombinasikan bit

00001 000 = 8
00010 000 = 16
00011 000 = 24
00100 000 = 32
00101 000 = 40
00110 000 = 48
……………
11111 000 = 248

Cara 2
Mengurangi subnet mask dgn bilangan 256

11111 000 = 248

256 – 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8

No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0)
1 Pertama 160.100.8.0
2 Kedua 160.100.16.0
3 Ketiga 160.100.24.0
4 Keempat 160.100.32.0
5 Kelima 160.100.40.0
6 Keenam 160.100.48.0
7 Ketujuh 160.100.56.0
.. ………….
30 Ketigapuluh 160.100.248.0
Maka

Network Broadcast Range-Hoat
160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 – 160.100.15.254
160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 – 160.100.23.254
160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 – 160.100.31.254
160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 – 160.100.39.254
160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 – 160.100.47.254
160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 – 160.100.55.254
160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 – 160.100.63.254
160.100.64.0 160.100.71.255 160.100.64.1 – 160.100.71.254
160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 – 160.100.79.254
…….. ………. ………….

160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 – 160.100.255.254

VLSM (Variable Leght Subnet Mask)

Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :

contoh 2:
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host

IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16

Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :

1. Urut kebutuhan host yang diperlukan
1. Departemen E = 500 host
2. Departemen C = 325 host
3. Departemen A = 100 host
4. Departemen B = 57 host
5. Departemen F = 25 host
6. Departemen D = 9 host

2. Ubah menjadi biner

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host

l Untuk 500 host
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000

Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena
2n-2 > jumlah host

Hasilnya 160.100.0.0/23

Network Broadcast Range-Hoat
160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 – 160.100.1.254
160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.3.254
160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 – 160.100.5.254
160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 – 160.100.7.254
160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 – 160.100.9.254
…….. ………. ………….
160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 – 160.100.255.254

l Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan.
l Untuk 100 host menggunakan 28 > 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.2.0/24

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000010 00000000

maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.2.254
160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 – 160.100.3.254

l Untuk 57 host menggunakan 26 >57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.0/24

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000

maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 – 160.100.3.90
160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 – 160.100.3.126
160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 – 160.100.3.190
160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 – 160.100.3.254

l Untuk 25 host menggunakan 25 > 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.192/25

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka

Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 – 160.100.3.222
160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 – 160.100.3.254

l Untuk 9 host menggunakan 24 > 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.224/25

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000

maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 – 160.100.3.227
160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 – 160.100.3.254


Source : http://www.wikanpribadi.com/belajar-dan-mengenal-ip-address-subnetting-dan-vlsm/

Senin, April 12, 2010

Lembar Analisa 2










Praktikum Jaringan Komunikasi -2
Tanggal Praktikum : 6 – 4 – 2010
Nama : Tomi Wijaya Lauw
NIM : 08615002
Kelas : 4A

1 mii-tool dengan kabel dilepas
eth0: no link










2 mii-tool dengan kabel terpasang
eth0: negotiated 100baseTx-FD flow-control, link ok






3 lspci

00:00.0 Host bridge: Intel Corporation 82945G/GZ/P/PL Memory Controller Hub (rev 02)
00:02.0 VGA compatible controller: Intel Corporation 82945G/GZ Integrated Graphics Controller (rev 02)
00:1b.0 Audio device: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) High Definition Audio Controller (rev 01)
00:1c.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) PCI Express Port 1 (rev 01)
00:1c.2 PCI bridge: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) PCI Express Port 3 (rev 01)
00:1c.3 PCI bridge: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) PCI Express Port 4 (rev 01)
00:1d.0 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #1 (rev 01)
00:1d.1 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #2 (rev 01)
00:1d.2 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #3 (rev 01)
00:1d.3 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB UHCI Controller #4 (rev 01)
00:1d.7 USB Controller: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) USB2 EHCI Controller (rev 01)
00:1e.0 PCI bridge: Intel Corporation 82801 PCI Bridge (rev e1)
00:1f.0 ISA bridge: Intel Corporation 82801GB/GR (ICH7 Family) LPC Interface Bridge (rev 01)
00:1f.1 IDE interface: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) IDE Controller (rev 01)
00:1f.2 IDE interface: Intel Corporation 82801GB/GR/GH (ICH7 Family) SATA IDE Controller (rev 01)
00:1f.3 SMBus: Intel Corporation 82801G (ICH7 Family) SMBus Controller (rev 01)
04:08.0 Ethernet controller: Intel Corporation PRO/100 VE Network Connection (rev 01)

4 arp



5 ifconfig dan route dengan IP 192.168.0.*/24

ifconfig eth0 192.168.0.11

Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
192.168.0.0 * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0



6 ifconfig dan route dengan DHCP



7 ping, traceroute, mtr
- 10.252.13.90
-- 202.154.187.7
www.eepis-its.edu
www.yahoo.com

8 netstat –nlptu

Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address State PID/Program name
tcp 0 0 127.0.0.1:631 0.0.0.0:* LISTEN 2483/cupsd
tcp6 0 0 ::1:631 :::* LISTEN 2483/cupsd
udp 0 0 0.0.0.0:42951 0.0.0.0:* 2459/avahi-daemon:
udp 0 0 0.0.0.0:5353 0.0.0.0:* 2459/avahi-daemon:


9 netstat -natu

root@lab2-desktop:/home/lab2# netstat -natu

Active Internet connections (servers and established)

Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address State

tcp 0 0 127.0.0.1:631 0.0.0.0:* LISTEN

tcp6 0 0 ::1:631 :::* LISTEN

udp 0 0 0.0.0.0:68 0.0.0.0:*

udp 0 0 0.0.0.0:48075 0.0.0.0:*

udp 0 0 0.0.0.0:5353 0.0.0.0:*

Minggu, April 04, 2010

Warrior of The .Net

Starting :

* TCP Packet
* ICMP Ping Packet
* UDP Packet
* The Router
* Ping of Death
* The Router Switch

present.......


Warrior of The .Net



intro :

Pada mulanya, manusia dan mesin bekerja sama untuk mewujudkan mimpi. Suatu kesatuan kekuatan tanpa mengenal batas geografi. Tanpa melebihkan ras, kepercayaan, dan warna kulit. Sebuah era baru dimana komunikasi benar-benar membuat manusia bertemu. Inilah permulaan jaringan.



saat mengklik suatu link, kita mengirimkan suatu informasi. Informasi dimasukkan ke sebuah mailroom punya "Mr IP", dia kemudian dikemas dalam sebuah paket, di beri label, diberi alamat pengirim, alamat penerima, dan sebagainya

Perjalanan selanjutnya, paket dikirim ke jalur network area, yaitu LAN yang sangat tidak terkontrol. Disitulah terjadi pertukaran informasi namun tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan dan disini mungkin terjadi kemacetan sehingga alamat yang benar sangat diperlukan untuk menempatkan ke jalur yang benar.

Kemudian paket menemui Router, dia yang mengatur jalur-jalur yang benar. Dalam jalur paket, Setelah meninggalkan Router, paket-paket menuju the Router Switch yang bekerja seperti "pinball" yang melempar paket menuju dua jalur.

Kemudian setelah semua dilalui, paket menuju level berikutnya, yaitu Proxy. Proxy banyak digunakan perusahaan atau lembaga untuk mengenali atau keamanan. Paket ditempatkan di ukurannya masing-masing, Melakukan pemeriksaan alamat ataupun URL mereka diperiksa satu-persatu dan label mereka dibuka. Paket yang memenuhi akan lanjut dan paket yang tidak memenuhi akan dihancurkan.

Perjalanan berikutya adalah melewati Firewall, yang mengenali maksud agar tidak salah tujuan. Kemudian paket menemui the Router lagi, yaitu the Router Firewall, semacam bandwith yang mengenali informasi yang berupa interface, informasi terlarang seperti informasi rahasia perusahaan akan dibuang. Dan informasi atau data yang diminta tidak segampang itu dihancurkan , maka Router Firewall ini memberi paket penggantinnya.

Kemudian paket kembali ke jalan, menuju suatu jaringan, The World of Internet, seperti jarring laba-laba. Jaringan ini terhbung secara luas dan menglobal. Jaringan ini benar-benar berbeda dari jalan-jalan sebelumnya. Jalan ini dilindungi suatu dinding, namun ditempat ini memiliki sedikit control atau aturan sehingga tidak menutup kemungkinan menuju berbagai jaringan yang ada. Namun, karena kebebasan ini juga, tidak menutup kemungkinan menemui bahaya, yaitu Ping of Death packet. Paket tersebut adalah paket yang lain dari biasanya dan tidak diinginkan.

Paket-paket kemudian dikirimkan melalui satelit, telepon, wireless, ataupun kabel. Mereka menempuh jarak yang berbeda-beda, maka kecepatan merekapun bebeda. Di perjalanan inilah yang membebani media tersebut dan kita harus membayarnya.

sekarang hampir mendekati tujuan akhir, si paket menemui suatu firewall lagi. Di firewall ini dapat kita atur, tergantung pada tujuan port mana saja yang di inginkan. Jika diluar port tersebut akan dihancurkan. Port 25 untuk mail paket dan untuk web server adalah port 80. jadi, paket dilempar lagi menuju port yang sesuai.

Masih berjalan-jalan, paket kemudian ditempatkan di suatu interface yang ditempatkan di web server yang dapat dihubungkan ke peralatan computer seperti web cam. Dengan begitu, berbagai tujuan kita dapat tertangkap.

Paket yang diterima kemudian dibuka, informasi diambil dan dikirim ke web server. sekarang paket kosong, paket ini kemudian digunakan kembali untuk diisi informasi yang diinginkan. Setelah didapat, paket kembali melakukan hal yg sama seperti sebelumnya.

berulang kembali perjalanan paket paket kecil dalam jaringan